Minggu, 26 April 2009

nur...


memoar of...............

detik....
***
pejamkan matamu
saat pekatnya mulai menutupi pandangannya
hirup sejenak uraian di dalam hati
wahai jiwa...kapan kau pulang
untuk kembali menapaki keindahan dunia
dalam jejak menggapai ridhoNYA
-220409-
***
Allahu akbar...Allahu akbar...Allahu akbar
tiada yang mengira akan perjalanan hidup yang berliku
sungguhpun semuanya telah terencana
adalah Allah penentu yang Haq
Kemarin masih menjadi hari-hari
yang penuh dengan aktivitas
entah esok....
Tiap derap langkah hidup ini,slalu
mengintai tanpa kita mohon kedatangannya(mungkin)
tak tau apa bahagia ataupun getir
sesal ataupun syukur
segalanya hanya satu
datang dan pergi atasNYA
Walau tangis membuncah
itulah ungkapan jiwa atas perjalanan ini
Allahu akbar...Allahu akbar...Allahu akbar
segalanya adalah ujian
diri kita tiada punya haq melebihi takdirNYA
Syukur adalah pasti
tergelar dalam derai-derai penghambaan kepadanNYA
Sungguhpun letih,tiada daya selain dariNYA
indahnya dunia sungguh hanyalah pintu gerbang surga
derita dunia adalah perjalanan menuju nikmatNYA
Ya Illahi Robbi....
tunjukkanlah dan cukupkanlah satu cinta ini utuh
hanya untukMU
tuntunlah kami untuk slalu bersamamu
menjadikan dunia ini sebagai ladang peroleh ridhoMU
tiap nafas ini adalah makna akan syukur kami kepadaMU
waktu ini tiada lalai akanmenyebut asmaMU
Ya Illahi Robbi
tuntunlah kami pada cahayaMU
yang menyinari hati kami
membangunkan kami pada dinginnya malam-malamMU
yang membukakan dan menggerakkan indra kami
untuk bersimpuh dihadapanMU
Allahu akbar...Allahu akbar...Allahu akbar
tiada nafas ini mampu menghirup udara lagi
andai ENGKAU tak mengijinkan kami
-190409-

Jumat, 17 April 2009

Renungkanlah Wahai Pemimpin

Setiap pilihan hidup adalah pilihan untuk sebuah konsekuensi.Saat anda memilih untuk hidup,maka itu berarti anda telah memilih untuk mempertanggung jawabkan kehidupan anda di hadapanNya kelak.Saat anda berkehendak untuk mengejar sebuah jabatan dan kedudukan,maka itu berarti anda telah memilih untuk menerima semua konsekuensinya.Tidak hanya di dunia,di akhirat juga demikian.Demikian halnya juga dengan pilihan hidup yang lainnya.

Maka tidak ada salahnya,bila anda berpikir dengan sehat sejenak.Bila nafsu berkuasa telah membuncah dan menggoncang hatimu,ajaklah ia untuk merenung.Sejenak saja.Bahwa ini adalah sebuah amanah yang sungguh besar dan penuh resiko,menakutkan.Rumah anda mungkin akan'banjir harta' karenanya.Namun setiap harta itupun akan dipertanyakan dihadapan semua makhluk nantinya.Disebuah padang luas,padang Mahsyar.Sebuah padang yang tak mengenal kasih ataupun sebaliknya.Engkau bahkan tidak lagi peduli pada anak-istrimu.Merekapun demikian adanya.

Tak ubahnya seperti yang sedang marak di negeri ini "pemilu",jauh-jauh hari sebelum pelaksanaan Pemilu,berdondong-bondong dari hampir semua kalangan(masyarakat awam,pelawak,aktris,dll[yang nota-bene masih minim akan pengetahuan politik dan kemimpinam] )mendaftarkan diri sebagai caleg.Harta benda,anak istri,keluarga di nomor sekiankan hanya demi mengurusi bab pencalegkannya.Jiwa dan raganya diforsir untuk mempersiapkan dan meraih masa sebanyak - banyaknya tanpa melihat realitas yang ada.Berbagai iming-iming yang mengiurkanpun tak kalah menjadi ajang perekrutan masa.Janji - janji bertaburan disetiap sudut kota.

Pemilu telah berlangsung,kenyataannya banyak caleg yang memperoleh suara dibawah perkiraan.Kecewa dan rasa menyesal berangsur - angsur menghujami mereka.Alhasil pikiran menjadi kontras dan tak bisa berpikir jernih lagi,banyak caleg yang mengalami gangguan kejiwaan setelah pelaksanaan pemilu.

Lalu pernahkah kita memikirkan sesuatu rencana beserta kemungkinan-kemungkinan dari sebaliknya??Wallahu 'alam.......