Minggu, 31 Mei 2009

"mega mendung on the day"

Well come to "sun park"......21mei2009
(dpn:kiri-knn) mb eti,mb dwi,mb may(blk:aqu,aulia,tia)

abis ma'em foto dulu yuc......

***

aqu,tia,erri.....


***


***


***

***

mau pulang nggak lupa lirik kamera dulu......yuc!

***

***


***
















Sabtu, 30 Mei 2009

^_^


sejenak saja,saat teringat aku pada dirimu
menjerembab dalam hati
maafku entah kemana
seharipun berlalu
tiada mampu terlalui walau coba tuk terlupa
engkau ada
semoga indah.....dirimu disana
21' tlah kau rengkuh

Sabtu, 23 Mei 2009

lihatlah wahai hati

Akhir pekan lalu seorang kawan mengeluh kepadaku tentang dilemanya.Saat dia harus memilih antara menuruti kebahagiaan syahwatinya atau keukeuh pada keyakinannya untuk tetap menggenakan pakaian syar'i ketika dia akan mengikuti rihlah bersama-sama kerabat sepekerjaan.Dia dilema,apakah dia memilih untuk mengenakan pakaian panjang berjilbab yang simpel(mungkin juga bisa dikatakan "minim bahan") atau tetap mengenakan pakaian longgar nan rapat seperti hari-hari biasanya.

Sempat menyayat hatiku ketika kupikirkan bahwa hidup dilingkungan perkotaan yang dekat dengan hingar bingar kehidupan glamor sungguh bisa melalaikan siapapun.Tak terkecuali keimanan.

Mungkin bagi sebagian orang masih sering menganggap enteng tentang bagaimana mengenakan pakaian muslim yang syar'i.Sebagian mereka justru memilih mengenakan jilbab dan pakaian panjang namun sebenarnya sama sekali tidak menutupi aurat mereka.Ironisnya,bahkan tak sedikit diantara mereka yang sebenarnya(jika diukur dari segi pengetahuan agamanya)sudah lebih tau akan batasan - batasan bagaimana sebaiknya berpakaian yang syar'i itu atau minimal benar secara agama.Tetapi mereka selalu berdalih bahwa wanita itu menyukai keindahan atau berkata dengan mudahnya "ah pura-pura nggak tau aja biar nggak dosa soalnya kalau uda tau trus nggak ngikutin aku pasti dosa",astaqfirullahaladzim.Sehingga mereka tetap enjoy dengan model pakaian yang selalu mengikuti trend itu.

Sahabat,hanya Allah sajalah yang mengetahui dan pemberi ampunan yang paling Haq.Aku tak bisa memaksakan untuk menegur atau mengingatkan mereka sedang akupun masih sering lalai.Namun sahabatku,aku ingin tau bagaimanakah senyum mereka itu bisa terus mengembang sedangkan hati mereka sejujurnya menangis pilu karena telah menjadikan diri mereka sebagai budak dari arus globalisasi yang membabi buta ini.Astaqfirullahaladzim semoga Allah mengampuni kita.Amin

".......seseorang yang menyerupai suatu kaum maka dia termasuk dalam golongan suatu kaum tersebut......"

Sabtu, 02 Mei 2009

senyum

end n last

Astagfirullah...astagfirullah...astagfirullah
Sungguhpun semuanya terungkap atas kejujuran hatiku,tak kusangka ia mengakhiri semua(ingin),meninggalkan diriku untuk merengkuh kembali masa lalunya.Siapa yang bisa tetap tersenyum seolah tegar?padahal puing-puing hati itu telah luluh?siapa yang mampu?.Maka hancurlah sudah semuanya,hilang

Andai tak pernah mengenal akupun tak akan seperti ini,karna sempat ku agungkan cinta ini manakala tak kudapati ia tak jua mendekat pada takdir cintaku.Namun waktu telah mengantarkan untaian kisah itu dan terbuka sudah apa-apa yang kurasakan dalam indahnya cinta yang pernah sendiri,bersamanya.Sekalipun dalam perjalanannya sungguh teryakini bahwa tlah kuputuskan untuk menjadikan ini yang pertama dan terakhir,untuk mengikatnya.Gayungpun bersambut padanya.Dan kuamini

Namun kau manusia biasa,tak ubahnya memiliki keinginan untuk memiliki yang lain(yang sungguh tak mampu kutebak),memetik rumput hijau yang pernah terlewatkan.Dan akhirannya,pilu tinggalah pilu,tangis tinggalah tangis,sepi seolah tiada pandangan karena kedustaan dalam semu.

Kini tiggalah goresan luka yang terukir dalam tiap sapa,senyum dan kisah yang terlontar dari tiap pendoa yang menyayangkan hilangnya dirimu.Nikmatilah untukku,semoga jiwa mampu menahan,semoga hati mampu tersenyum,semoga.............................entahlah ahi




frm:ahi worldfile